Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Surat Cinta untuk Rembulan

 "Kenapa kita sangat mudah jatuh cinta pada Rembulan?" Gadis itu bertanya, entah padaku atau pada angin yang berembus sendu, atau sekedar melampiaskan kekosongan hatinya. Meski begitu, aku ingin menjawab. Sebab kekagumanku pada objek perhatiannya juga tak lagi bisa kubendung.  "Mungkin karena kita bisa menatap Rembulan dengan lama," ujarku, sukses menarik atensinya yang tadi terpaku pada langit. "Kita dapat mengenal Rembulan. Kita jadi tahu lembutnya cahaya Rembulan, terang tapi meneduhkan. Kita jadi tahu tegarnya Rembulan, kesepian di langit seorang diri tapi tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Dan kita jadi tahu, betapa indahnya malam jika kita punya setitik harapan atas hadirnya seberkas cahaya bulan." Ia terdiam sejenak, mencerna dengan khidmat kata-kataku. Seakan segala huruf yang kuucapkan adalah penting untuknya. Meski nyatanya, aku tak lebih dari sekedar tanah yang hanya untuk dipijak. Setelah sekilas hening, ia mengurai senyuman tipis. Dan, ...