Ramuan Ajaib Paman Araav
Ramuan Ajaib Paman Araav Sudah puluhan bahkan ratusan kali Bagas mengeluh bahwa dia tidak akan bisa memenangkan lomba lari di sekolahnya. Danish bahkan sudah sangat lelah menasihati dan meminta perwakilan kelasnya itu agar tetap optimis dan percaya diri. "Aaaa! Lebih baik aku mengundurkan diri saja!" Ucap Bagas sembari merebut daftar peserta di tangan Danish untuk mencoret namanya. Dengan cepat Danish mengambil kembali kertas itu sebelum Bagas sempat mendaratkan pulpennya. "Kamu kenapa lagi Bagas?" Tanya Danish dengan nada malas karena sudah berkali-kali dia harus menyingkirkan sikap pesimis sahabatnya. "Aku tidak mungkin menang Dan! Kamu nggak liat kakak kelas yang bongsor-bongsor itu?!" Jawab Bagas seraya menunjuk orang-orang yang dimaksudnya. Mata Danish segera mengikuti arah yang ditunjuk Bagas. Kali ini Bagas ada benarnya. Rasanya kalau Bagas yang masih kelas tujuh dibandingkan dengan senior mereka yang sudah menduduki kelas 9, mer...